Pengertian Nat Keramik Dan Fungsinya

Saat anda ingin merencanakan pembagunangedung atau hunian rumah, tentunya anda perlu mengetahui hal-hal yang terkait dengan proses pembangunan. Salah satu istilah yang cukup penting diketahui yaitu yang disebut dengan nat keramik.

Nat keramik merupakan pendamping keramik yang menentukan kekuatan keramik itu sendiri. Bila nat pada nat keramik kuat, maka keramik yang terpasang tidak akan terlepas. Selain untuk memperkuat keramik, nat juga berfungsi dalam mempercantik keramik lantai maupun keramik dinding rumah. Keberadaannya juga membuat setiap keramik menjadi kepingan yang menyatu satu sama lain.

Nat keramik memiliki fungsi utama yaitu sebagai ruang gerak keramik. Rongga nat keramik perlu diisi dengan nat keramik yang fleksibel. Bila rongga nat keramit diisi dengan semen biasa yang umumnya memiliki sifat keras dan getas, maka keramit menjadi mudah pecah dan retak jika terjadi pergerakan. Sebagai salah satu elemen penting komponen lantai, nat tidak bisa dianggap sepele. Selain memberikan nilai lebih pada sisi estetika, nat juga dapat membantu mencegah rembesan terutama pada area basah, seperti kamar mandi, bak ataupun daput. Oleh karena itu, berdasarkan jarak natnya, maka nat keramik dibedakan menjadi 3 jenis nat, yaitu sebagai berikut:

  1. Open Joint

Opent Joint sendiri adalah teknik pemasangan nat lebih besar dari 3 mm, biasanya dilakukan untuk dilantai yang bertujuan untuk mentolerir terjadi nya pemuaian dan penyusutan keramik. Pemasangan keramik dengan sistem opent joint memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah :

Opent joint sendiri merupakan teknik pemasangan nat yang lebih besar dari 3mm, biasanya dilakukan untuk lantai yang tujuannya untuk mentolerir terjadinya pemuaian serta penyusutan pada keramik. Pemasangan keramik dengan menggunakan sistem operant join yaitu memiliki beberapa keuntungan, diantaranya ialah:

    Dapat mentolerir adanya selisih ukuran pada keramik (terutama untuk keramik KW 2)

    Untuk keramik berglazur yang memiliki porositas rendah

    Meminimalisir penggunaan flexible joint, terutama bahan pengisi nat yang elastis

    Memudahkan pengisian Nat

  1. Closed Joint

Closed joint merupakan teknik pemasangan keramik dengan ukuran nat yang lebih kecil dari 3 mm. Sistem ini biasanya digunakan dalam memasang keramik lantai atau dinding yang memiliki tingkat porositas yang rendah.

  1. Expansion Joint

Expansion joint merupakan sambungan yang bersifat membantu mengantisipasi saat terjadi pergeseran struktur. Pergeseran struktur tersebut kadang menimbulkan timbulnya peristiwa lantai meledak. Sambungan atau nat tidak seluruhnya diisi dengan semen, juga bisa diisi dengan karet, styrofoam atau bahan lainnya yang memiliki sifat yang elastis. Expansion joint biasanya dipakai pada ruangan yang luas.

Untuk pengisian nat kemarik itu sendiri, perlu menghitung waktu yang tepat. Sebab hal ini berpengaruh dengan kesempurnaan hasil. Setelah proses pengisian nat selesai dan mulai mengering, maka bersihkanlah permukaan keramik menggunakan lap basah untuk membersihkan kelebihan nat. Kelebihan nat di permukaan tersebut perlu dibersihkan hingga 2 atau 3 kali sebelum menjadi bersih dan biarkan hingga benar-benar kering. Jika terlihat masih ada sisa-sisa debu, maka anda perlu membersihkannya kembali hingga benar-benar bersih.

Demikianlah beberapa pembahasan tentang pengertian nat keramik serta fungsinya. Semoga bermanfaat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *