Faktor Penentu Keawetan dan Kualitas Dinding Bangunan

Mungkin anda pernah liat di televisi maupun media cetak terdapat dinding sebuah bangunan yang terlihat kokoh dan masih kokoh, namun tiba-tiba jatuh kemudian rubuh tanpa sebab? Hal tersebut tidak sekali dua kali terjadi, namun banyak sekali kejadian tersebut terjadi pada bangunan baru. Dinding yang terlihat kokoh, bukanlah jaminan bila dinding tersebut memiliki kualitas yang baik dan kuat. Sebab, kekuatan dinding tidak hanya ditentukan oleh penampilannya luar maupun usia dari dinding.

Terdapat beberapa faktor penentu kekuatan dan kualitas dinding. Pertama ialah konstruksinya. Bila dalam pembuatannya tidak sempurna maka akan menimbulkan efek kelemahan pada dinding. Misalnya seperti ukuran besi tulang yang terlalu kecil, sambungan gelang-gelang yang kurang rapat atau bisa juga terdapat bagian yang terlepas. Hal ini tentunya dapat membuat kualitas dinidng menjadi buruk. Demikian juga dengan jumlah kolom dan lain-lainnya, semua harus dihitung sesuai dengan besaran dinding dan ukurang yang akan dibuat.

Yang kedua ialah pondasi. Bagian ini harus dibuat dengan ukuran kedalaman yang cukup serta sesuai dengan tinggi bangunan. Demikian juga dengan kondisi tanah yang harus diperhatikan karena hal tersebut memiliki hubungan yang sangat erat dengan bentuk serta jenis pondasi yang dibuat.

Faktor lainnya ialah material bangunan, terlebih batu bata dan campuran semen serta pasir yang digunakan dalam membuat adonan nat atau penempelan serta lapisan plester. Batu bata yang digunakan dalam membuat dinding harus memiliki kualitas yang baik. Demikian pula dengan sistem pembuatan adonan semen pasir untuk membuat lapisan penutup.

Yang tidak kalah penting ialah proses dalam pembuatan dinding itu sendiri tidak boleh dikerjakan dengan asal-asalan. Walau terlihat sederhana, namun bila tidak dikerjakan dengan cermat maka akan mengurangi kualitas dinding yang akan dibuat. Mulai dari ukuran, proses pembuatan adonan, pemasangan batu bata dan seterusnya.

Kualitas dinding juga dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal. Seperti contohnya terdapat pohon yang berukuran besar tidak jauh dari dinding bangunan tersebut. Akar yang terus tumbuh dan membesar dapat masuk ke dalam struktur bangunan dinding dan merusaknya. Maka akibatnya kekuatan konstruksi dan pondasi dalam menahan beban dapat berkurang sehingga dinding menjadi mudah rusak bahkan bisa menjadi roboh.

Selain itu faktor eksternal lain ialah faktor cuaca dan suhu udara. Jika terlalu lembab maka akan membuat dinding mudah terserang oleh jamur dan lumut. Namun bila terlalu panas maka dinding menjadi mudah retak dan pecah dibagian permukaannya. Akan tetapi, hal tersebut dapat dihindari jika dinding dilapisi lapisan anti jamur dan lumut sehingga dapat meminimalisir efek dari faktor perubahan cuaca.

Demikian beberapa hal tentang penentu keawetan dinding. Untuk membuat dinding menjadi awet, semoga artikel di atas dapat bermanfaat untuk anda.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *