Teknik Menghindari dan Memperbaiki Keramik Terangkat

Salah satu masalah yang sering terjadi pada lantai keramik ialah adanya permasalahan keramik terangkat dan terlepas. Hal tersebut bila tidak segera diperbaiki maka akan menjadi berbahaya sebab dapat mencelakai orang yang melewatinya. Terkadang, sebelum keramik terlepas dari susunan, keramik terlebih dulu pecah dan membelah. Bentuk pecahannya biasanya tajam dan tentunya dapat melukai orang yang melewatinya.

Selain itu, masalah yang timbul dari keadaan tersebut ialah saat ingin mengganti keramik ternyata keramik jenis tersebut sudah tidak ada atau sudah tidak diproduksi lagi. Hal ini pastinya berpengaruh pada tampilan lantai keramik yang tidak lagi terlihat serasi dan nilai keindahannya pun juga ikut berkurang. Kondisi inilah yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada penghuni karena pandangan mata seringkali tertuju pada keramik yang tidak sama corak dan warnanya tersebut.

Kasus keramik terangkat tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Contohnya seperti adanya penyusutan pada adonan semen dan pasir atau yang sering disebut dengan mortar. Hal ini sering terjadi karena penguapan air yang terlalu cepat saat pemasangan keramik. Sehingga akibatnya terdapat rongga yang membuat keramik menjadi mudah terangkat dan telepas saat sudah mengering.

Selain itu, getaran yang terjadi pada permukaan serta di dalam tanah juga dapat membuat keramik mudah terangkat. Peristiwa ini seringkali terjadi pada gedung atau bangunan yang menggunakan mesin produksi dalam ukuran besar, sehingga dapat menimbulkan getaran yang sangat tinggi pada tanah sekitarnya.

Demikian juga dengan adanya perubahan suhu yang dapat membuat adukan pasir dan semen menjadi tidak mampu menyesuaikan diri dengan cepat. Bila terlalu panas akan terjadi pemuaian dan bila cuaca dingin maka dapat mengalami penyusutan. Hal ini seringkali terjadi pada lantai yang berada di ruang terbuka yang sering terkena panas matahari dan hujan.

Untuk menanganinya, terdapat beberapa metode yang dapat anda lakukan. Hal pertama yaitu saat pemasangan keramik perlu diberi jarak yang berada di antara dinding dan lantai sekitar dua milimeter. Hal ini dimaksudkan agar terdapat ruang sela bagi keramik bila terjadi penyusutan dan pemuaian.

Yang kedua ialah dengan menggunakan bantalan yang berasal dari busa atau karet. Bantalan tersebut dipasang di celah antara dinding dan keramik. Busa atau karet ini juga berfungsi sebagai alat menampung bila kondisi lantai membesar karena pemuaian.

Cara lainnya ialah dengan membuat adukan yang kualitasnya benar-benar berkualitas. Antara pasir dan semen harus tercampur dengan rata. Lebih baik lagi bila menggunakan adukan yang memang khusus digunakan untuk memasang lantai keramik. Sebab bahan tersebut mengandung bahan yang dapat menaikkan daya rekat.

Jika keramik sudah terlihat terangkat namun belum terlepas, maka sebaiknya keramik tersebut segera di lepas kemudian di pasang kembali. Hal ini dilakukan agar keramik tidak pesah dan bisa digunakan kembali. Namun bila sudah terlanjur lepas dan pecah, maka cara satu-satunya ialah dengan menggantinya dengan yang baru.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *