Mengenal Jenis Waterproofing

Waterproofing merupakan bahan yang digunakan sebagai pelindung anti air. Waterproofing bisa diaplikasikan di bagian-bagian yang rawan bocor, seperti atap,plafon maupun permukaan dinding. Terdapat dua jenis waterproofing yang tersedia di pasaran, yaitu waterproofing ekternal dan internat. Agar anda lebih memahami apa perbedaan dan kegunaan dari kedua waterproofing tersebut, berikut ini penjelasannya:

Waterproofing Eksternal

Waterproofing eksternal merupakan pelindung anti bocor yang berfungsi untuk melindungi  struktur dari luar dan biasanya tidak tersembunyi, seperti dinding luar, atap genteng, karpusan, serta dak beton. Biasanya waterproofing ekternal berbentuk cairan seperti cat yang sangat mudah dalam pengaplikasiannya.  Waterproofing eksternal memiliki karakteristik yang elastik, berdaya rekat tinggi, tahan panas dan hujan, serta ramah lingkungan. Biasanya warna yang tersedia yatu berawrna putih dan abu-abu.

Waterproofing Internal

Waterproofing internal merupakan pelindung antibocor yang berfungsi untuk melindungi struktur dari dalam dan biasanya tersembunyi. Bagian rumah tersebut seperti kamar mandi, kolam ikan, kolam renang, bak air dari beton, dan dak beton yang dipakai untuk area jemuran atau area yang biasanya digunakan untuk beraktivitas.

Pengaplikasian waterproofing internal yang baik yaitu sebelum pemasangan keramik. Pelindung  ini terdiri dari dua komponen, yaitu bubuk-yang biasanya berwarna abu-abu  dan polimer cairan berwarna putih susu. Dengan mencampurkan kedua komponen tersebut maka akan menghasilkan cairan yang bertekstur kental. Anda juga perlu memperhatikan waktu pengaplikasiannya, sebab dalam dua jam bila cairan kental tersebut akan mengeras dan tidak bisa lagi untuk digunakan.

Dengan mengaplikasikan waterproofing internal maka struktur semen akan menjadi lebih kuat, sebab terkandung unsur semen di dalam waterproofing internal Sehingga bila kedua elemen disatukan yaitu waterproofing internat dan semen akan berubah menjadi satu senyawa yang menutup pori-pori pada beton dengan sempurna. Selain itu, polimer dalam cairan yang agak mengental tersebut berfungsi untuk mengikat lapisan perlindungan agar lebih kuat dan tahan lama serta memberikan elastisitas yang diperlukan dalam struktur pelindung anti bocor.

Demikian penjelasan singkat tentang perbedaan jenis waterproofing ekternal dan internal. Dengan memahami apa perbedaan waterproofing eksternal dan internal maka anda akan menjadi lebih maksimal dalam mengatasi keocoran pada rumah anda. Semoga bermanfaat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *