Memilih Antara Batako dan Batu Bata

Dari berbagai jenis bahan untuk material dinding, terdapat dua bahan yang seringkali digunakan yaitu batu bata dan batako. Dari kedua bahan tersebut memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Agar anda tidak bingung memilih, berikut ini ulasannya.

Batako

Batako ialah bahan bangunan yang terbuat dari campuran semen dan pasir yang dipres agar menjadi padat. Selain itu adapula batako yang terbuat dari campuran batu tras, kapur dan air. Pada umumnya, batako yang tersedia di pasaran memiliki ketebalan 8 cm – 10 cm dan panjang 36 cm – 40cm serta tinggi 18 cm – 20 cm.

Banyak orang memilih untuk menggunakan batako karena sifatnya yang kedap air, sehingga dapat meminimalisir resiko terjadinya rembesan air pada dinding. Selain dapat meminimalisir timbulnya rembesan air pada dinding, kelebihan menggunakan batako ialah proses pembangunan yang lebih cepat serta hasilnya lebih rapi. Ukurannya yang lebih besar dibandingkan dengan batu bata merah membuat batoko relatif dapat memangkas budget pembangunan.

Dibalik kelebihannya tersebut, batako juga memiliki kelemahan dibandingkan dengan batu bata merah yaitu daya tahannya yang kurang. Tingkat keretakan dinding yang menggunakan batako cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan batu bata merah. Selain itu, bagian dalam batako yang memiliki celah membuat batako sangat mudah berlubang bila tidak diisi dengan adukan spesi. Selain dari kekuatan, ternyata rumah yang berdinding batako akan memiliki hawa ruangan yang lebih tinggi, sebab batako merupakan penghantar yang baik sehingga membuat ruangan terasa lebih panas.

Batu bata

Batu bata merupakan salah satu matrial bangunan yang terbuat dari tanah yang melalui proses pembakaran dengan suhu yang tinggi. Proses tersebut membuat batu bata menjadi benar-benar kering sempurna dan memiliki ketahanan yang tinggi terhadap keretakan. Tanah yang digunakan dalam pembuatannya juga bukan sembarang tanah yang sering kita jumpai sehari-hari, namun tanah yang digunakan ialah tanah yang agak liat sehingga dapat menyatu pada proses pencetakan.

Batu bata yang ada di pasaran biasanya berukuran relatif kecil yaitu ukuran tebal sekitar 3 cm – 5 cm, ukuran lebar 7 cm – 11 cm, dengan panjang bata antara 17 cm – 22 cm. Ukuran yang kecil tersebut membuatnya menjadi sangat mudah untuk diangkut. Penggunaan tanah sebagai bahan dasar batu bata membuat bahan matrial ini dapat tahan terhadap panas, sehingga membuat ruangan yang berdinding batu bata terasa sejuk Selain itu pula, penggunaan batu bata juga dapat menjadi perlindungan terhadap api sebab batu bata merah memiliki sifat yang tidak mudah terbakar.

Selain beberapa kelebihannya tersebut, ternyata ada sisi kekurangan pada batu bata merah yaitu saat pemasangannya relatif sulit untuk ditata dibandingkan dengan batako. Ukuranya yang kecil ternyata dapat menjadi salah satu sumber pengeluaran yang besar dalam proses pembangunan. Selain menyerap panas yang baik, ternyata batu bata juga dapat menyerap udara dingin sehingga suhu ruangan menjadi tidak stabil yang dapat menyebabkan kerapuhan pada bahan matrial yang lainnya.

Dari uraian  di atas, bahwa antara batako dan batu bata memiliki kelebihannya masing-masing. Sehingga, hal tersebut bisa menjadi pertimbangan bagi anda dalam pemilihan bahan bangunan untuk dinding rumah anda. Semoga bermanfaat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *