Memahami Tentang Acian Dan Plesteran

Mungkin bagi anda yang baru memahami tentang hal-hal terkait dengan bangunan, anda baru mengetahui tentang plesteran dan acian. Bagi anda yang belum memahami tentang kedua istilah tersebut, pada kesempatan kali ini kami akan berbagi tentang hal yang berhubungan dengan acian dan plesteran.

Plesteran merupakan bagian penutup dinding yang berfungsi untuk menutup dinding pasangan bata agar terlihat lebih halus. Sedangkan acian merupakan penutup dinidng yang sudah di plester yang fungsinya untuk menutup pori-pori yang terdapat pada dinding yang baru saja terplester agar terlihat lebih halus lagi.

Untuk komposisi bahan material yang digunakan antara acian dan plesteran sendiri berbeda. Untuk bahan material yang digunakan untuk membuat plesteran adalah campuran antara PC atau semen dan pasir pasangan. Sedangkan untuk membuat acian, anda hanya cukup membuat campuran antara semen dengan air bersih saja.

Dalam pengerjaan plesteran, maka ada baiknya anda mengerjakannya setelah pengerjaan instalasi istrik pada pipa dan plumbing seluruh bangunan. Agar hasilnya menjadi maksimal, ada baiknya acian dilakukan setelah usia plesteran sekitar dua hingga tiga hari. Hal ini bermaksud agar dinding yang sudah diplester bisa benar-benar kering atau sudah matang.

Pada beberapa kasus, sering kita jumpai terdapat keretakan pada dinding-dinding yang sudah berdiri. Penyebab retakan tersebut disebabkan oleh plesteran yang langsung diaci saat kadar air masih jenuh atau belum terlalu kering. Agar tidak mengalami kondisi yang seperti itu, maka saat proses pengerjaan plesteran ada baiknya diberi waktu yang cukup agar plesteran kering sehingga bisa maksimal dan bisa langsung di aci.

Dalam pembuatan plesteran untuk dinding yang kedap air atau pasangan bata yang berada di bawah permukaan tanah sampai dengan ketinggian 40 cm dari permukaan lantai, maka anda bisa memakai perbandingan 1pc : 2 ps. Begitu juga dengan plesteran pada beton serta daerah basah seperti dinding kamar mandi, toilet atau wc, maka anda bisa menggunakan jenis campuran tersebut. Sedangkan untuk bagian lainnya anda bisa menggunakan perbandingan 1 pc : 4 ps.

Pada pengerjaan acian atau nama lain plesteran halus, gunakanlah campuran pc dengan air bersih sehingga mendapatkan campuran yang homogen. Untuk cara pengerjaannya sama seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu acian dilakukan setelah pengerjaan plesteran.

Jika terdapat pertemuan dengan bahan yang berbeda jenis, misalnya seperti dinding pasangan bata dengan kusen pintu maka anda harus menggunakan nat atau tali benang dengan ukuran 0.7 cm dan kedalaman 1.0 cm. Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan yaitu toleransi kelengkungan atau cembung permukaan bidang datar yang tidak boleh melebihi 0.5 cm untuk setiap jarak 2.0 cm.

Demikian beberapa penjelasan terkait dengan perbedaan, fungsi serta cara pengaplikasian antara acian dan plesteran. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda tentang hal yang terkait dengan proses pembangunan bangunan. Semoga bermanfaat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *