Macam – Macam Retak pada Dinding

Salah satu elemen yang penting dalam sebuah bangunan adalah dinding. Namun karena usia, dinding akan mulai menunjukkan kerusakan seperti mulai munculnya retakan. Walau retakan dinding terlihat  kecil, tapi bila dibiarkan terlalu lama akan menjadi retakan yang lebih besar. Pada beberapa kasus dinding rumah yang retak, penyebab utamanya ialah plester dinding rumah yang belum mengering namun sudah dilabur dengan aci, sehingga menyebabkan air merembes ke dalam pori-pori tembok. Senarnya masih banyak faktor lain yang dapat menyebabkan dinding retak. Berikut ini beberapa penyebab dinding retak:

  1. Keretakan pada Dinding Bata

keterakan dinding bata biasanya terjadi karena faktor alam seperti gempa bumi yang menyebabkan pondasi rumah berubah posisi. Retakan jenis ini akan menyebabkan bata pecah sehingga muncul retakan pada plester. Retakan akan semakin melebar ketika bangunan kembali bergerak. Apabila keteretakan membuat sampai membuat bata pecah maka dapat dikatakan struktur bangunan kurang kuat. Anda perlu melakukan melakukan penambalan dengan adukan semen pasir dengan perbandingan 1:5.

  1. Keretakan pada Saluran Pipa

Keretakan pada saluran pipa air atau pila listrik dapat disebebakan karena pamsangan pipa yang tidak dipotong sesuai dengan bata. Jenis retakan ini menyebabkan celah retakan sepanjang garis pipa. Jika ini terjadi maka hal yang perlu dilakukan yaitu dengan cara membuka kembali plesteran dan menambalnya kembali dengan adukan semen dan pasir dengan perbandingan 1:5.

  1. Keretakan karena Beda Bahan

Keretakan tembok karena perbedaan bahan biasanya terjadi pada sambungan pintu, kusen, atau ventilasi. Hal ini membuat plester dan acian menjadi mudah retak karena pemuaian serta penyusutan bahan yang sifatnya berbeda. Tipe retakannya biasanya berbentuk lurus sepanjang sambungan serta mudah retak kembali setelah diperbaiki.

  1. Tembok Retak karena Penyusutan

Keretakan karena penyusutan terjadi karena pelaburan acuan yang terlalu cepat pada plester yang belum benar-benar kering. Selain itu retakan dinding karena penyusutan karena kadar lumpur yang tinggi pada pasir dalam plesteran. Oleh karena itu untuk menhindari retak dinding karena penyusutan sebaiknya acian baru dilabur dua minggu setelah plesteran berhenti menyusut. Solusi untuk mengatasi retakan jenis ini yaitu dengan melaburi acian kembali dengan menggunakan acian putih yang dicampur dengan polimer dua persen. setelah mengering ratakan dengan amplas halus.

  1. Retak Rambut

Retakan dinding seperti rambut atau akar pohon biasanya terjadi karena peleburan acian yang terlalu dini sebelum plesteran berhenti menyusut atu benar-benar kering. Selain itu retakan jenis ini juga dapat terjadi karena peleburan acian dilakukan pada saat cuaca terik serta berangin kencang. Salah satu cara untuk mengatasi retakan jenis ini dengan menggunakan cat dasar  untuk menutupi retakan. Bila retakan terlihat lebih besar maka perlu melakukan plesteran baru.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *