Ketahui Beberapa Jenis Retak Dinding

Dinding merupakan salah satu elemen yang penting dalam sebuah bangunan. Sebagai penopang bangunan, terkadang karena faktor usia atau faktor pembangunan yang kurang sesuai, maka dinding bisa mengalami kerusakan seperti mulai muncul retakan. Walau retakan dinding terlihat  kecil, namum bila dibiarkan terlalu lama maka akan menjadi retakan yang lebih besar. Sebenarnya, terdapat beberapa jenis retakan pada dinding dan berikut ini penjelasannya, yaitu:

Retak Rambut

Retakan dinding seperti rambut atau akar pohon biasanya terjadi karena peleburan acian yang terlalu dini sebelum plesteran berhenti menyusut atau belum benar-benar kering. Selain itu retakan jenis ini juga dapat terjadi karena peleburan acian yang dilakukan pada saat cuaca terik serta berangin kencang. Salah satu cara untuk mengatasi retakan jenis ini dengan menggunakan cat dasar  untuk menutupi retakan. Bila retakan terlihat lebih besar maka perlu melakukan plesteran baru.

Retak pada Dinding Bata

Retak dinding bata biasanya terjadi karena faktor alam seperti gempa bumi yang menyebabkan pondasi rumah berubah posisi. Retakan jenis ini akan menyebabkan bata pecah sehingga muncul retakan pada plester. Retakan akan semakin melebar ketika bangunan kembali bergerak. Apabila keteretakan membuat sampai membuat bata pecah maka dapat dikatakan struktur bangunan kurang kuat. Anda perlu melakukan melakukan penambalan dengan adukan semen pasir dengan perbandingan 1:5.

Keretakan karena Beda Bahan

Keretakan tembok ini disebabkan oleh perbedaan bahan yang biasanya terjadi pada sambungan pintu, kusen, atau ventilasi. Hal ini membuat plester dan acian menjadi mudah retak karena pemuaian serta penyusutan bahan yang sifatnya berbeda. Tipe retakannya biasanya berbentuk lurus sepanjang sambungan serta mudah retak kembali setelah diperbaiki.

Keretakan pada Saluran Pipa

Keretakan pada saluran pipa air atau pila listrik dapat disebebakan karena pamsangan pipa yang tidak dipotong sesuai dengan bata. Jenis retakan ini menyebabkan celah retakan sepanjang garis pipa. Jika ini terjadi maka hal yang perlu dilakukan yaitu dengan cara membuka kembali plesteran dan menambalnya kembali dengan adukan semen dan pasir dengan perbandingan 1:5.

Tembok Retak karena Penyusutan

Keretakan karena penyusutan terjadi karena pelaburan acuan yang terlalu cepat pada plester yang belum benar-benar kering. Selain itu retakan dinding karena penyusutan karena kadar lumpur yang tinggi pada pasir dalam plesteran. Oleh karena itu untuk menhindari retak dinding karena penyusutan sebaiknya acian baru dilabur dua minggu setelah plesteran berhenti menyusut. Solusi untuk mengatasi retakan jenis ini yaitu dengan melaburi acian kembali dengan menggunakan acian putih yang dicampur dengan polimer dua persen. setelah mengering ratakan dengan amplas halus.

Demikian beberapa jenis retakan pada dinding. Dengan mengetahui jenis retakan yang berbeda-beda, maka akan lebih mudah untuk memperbaikinya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *