Beberpa Jenis Semen Beserta Fungsinya

Untuk membangun sebuah bangunan, tentunya anda memerlukan berbagai jenis material dasar agar bangunan bisa berdiri dengan kokoh. Setiap bahan bangunan memiliki peranan penting serta memiliki fungsi masing-masing. Salah satu material terpenting dalam sebuah bangunan ialah semen. Banyak orang awam yang hanya mengerti bahwa semen hanya ada satu jenis semen yang ada di pasaran. Padahal, terdapat beberapa hingga saat ini, sudah ada beberapa jenis semen yang ada di pasaran dan tentunya memiliki fungsi yang berbeda-beda. Jenis semen untuk membangun rumah pastinya berbeda dengan semen yang digunakan untuk membangun proyek besar seperti membuat sumur bumi.  Bagi anda yang belum terlalu memahami jenis-jenis semen tersebut, berikut ini ulasan jenis semen, kegunaan dan karakter yang dimiliki tiap-tiap semen:

Portland Composite Cement (Semen Abu)

Jenis semen ini merupakan jenis semen yang banyak anda jumpai disekitar anda karena paling banyak digunakan oleh masyarakat luas. Pada umumnya, jenis semen ini banyak digunakan untuk konstruksi bangunan yang tidak membutuhkan persyaratan khusus, seperti syarat untuk hidrasi panas serta kekuatan tekanan awal. Semen jenis ini biasanya digunakan untuk konstruksi bangunan pemukiman, gedung bertingkat, jdan alan raya. Selain itu, penggunaan jenis semen abu-abu ini sangat cocok pada pembangunan di kawasan yang jauh dari pantai dan daerah yang memiliki kadar sulfat yang rendah.

White Portland Cement (Semen Putih)

Biasanya semen dengan jenis ini digunakan untuk keperluan dekorasi eksterior gedung, melapisi nat sambungan keramik, profile dan lainnya. Semen ini sangat cocok bila digunakan untuk mendekorasi bukan untuk membangun.

Mortar (Semen Acian Putih TR30)

Sesuai dengan namanya, semen jenis ini sangat sesuai bila digunakan dalam pengacian seperti acian bata ringan tanpa plesteran dan juga nat keramik. Karakteristik semen ini ialah memiliki daya rekat yang tinggi, serta memiliki permukaan yang halus. Selain itu, kelebihan semen mortar ialah memiliki sifat yang elastis, sehingga tidak mudah retak dan terkelupas.  Hal ini karena semen ini tersusun dari komposisi semen putih dengan kapur dan bahan adiktif khusus lainnya.

Semen Portland Jenis II

Letak geografis sebuah daerah ternyata menyebabkan adanya perbedaan kadar asam sulfat dalam air serta tanah dan juga tingkat hidrasinya. Oleh sebab itu, keadaan suatu daerah sangat berpengaruh pada kebutuhan semen yang berbeda. Pengaplikasian semen portland type II ini sering dipakai pada daerah yang letaknya berada di pinggir laut, tanah rawa, bendungan, dan saluran irigasi. Semen ini juga sangat cocok diaplikasikan pada beton yang membutuhkan daya tahan yang cukup tinggi terhadap kadar sulfat sedang.

Demikian sedikit ulasan tentang jenis-jenis semen beserta fungsinya. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk anda dalam memilih material bangunan untuk rumah idaman anda.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *