Dak Beton Tergenang Air Saat Hujan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pernah melihat air hujan menggenang di atas dak beton dan tidak kunjung mengalir ke saluran pembuangan? Kondisi ini sering dianggap sepele karena air pada akhirnya mungkin akan mengering dengan sendirinya. Padahal, genangan air yang terjadi berulang kali dapat menjadi tanda adanya masalah pada kemiringan dak, saluran pembuangan, atau sistem waterproofing.

Jika dibiarkan, air yang terus menggenang dapat meningkatkan risiko rembesan, kerusakan lapisan pelindung, hingga kebocoran pada plafon di bawahnya.

Lalu, kenapa dak beton tergenang air saat hujan dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab, dampak, serta solusi penanganannya.

1. Penyebab Dak Beton Tergenang Air Saat Hujan

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan air hujan tidak mengalir dengan baik di atas permukaan dak beton.

Kemiringan Dak Kurang Tepat

Salah satu penyebab paling umum adalah kemiringan permukaan dak yang kurang memadai. Idealnya, permukaan dak dirancang agar air dapat mengalir menuju titik pembuangan.

Jika permukaan terlalu datar atau terdapat bagian yang lebih rendah, air akan berkumpul di area tersebut dan membentuk genangan.

Kondisi ini juga bisa terjadi akibat kesalahan pengerjaan screed atau perubahan permukaan dak setelah renovasi.

Saluran Pembuangan Air Tersumbat

Saluran pembuangan atau roof drain berfungsi mengalirkan air hujan dari permukaan dak menuju sistem pembuangan.

Namun, saluran tersebut dapat tersumbat oleh daun, lumpur, pasir, sampah, dan kotoran lainnya. Ketika kapasitas saluran berkurang, air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar sehingga menggenang di atas dak.

Karena itu, pemeriksaan dan pembersihan saluran pembuangan perlu dilakukan secara berkala.

Permukaan Dak Tidak Rata

Dak beton yang memiliki cekungan atau permukaan bergelombang dapat menahan air di beberapa titik.

Meskipun kemiringan keseluruhan sudah direncanakan, bagian tertentu yang lebih rendah tetap dapat menjadi tempat berkumpulnya air.

Kondisi ini biasanya membutuhkan perbaikan permukaan agar aliran air menuju saluran pembuangan menjadi lebih baik.

Lapisan Waterproofing Mengalami Kerusakan

Waterproofing berfungsi melindungi permukaan dak agar air tidak mudah meresap ke dalam beton.

Namun, lapisan waterproofing dapat mengalami penurunan fungsi akibat usia pemakaian, paparan panas dan hujan, kerusakan mekanis, atau pengerjaan yang kurang tepat.

Jika lapisan pelindung mengalami retak, mengelupas, atau terlepas, risiko kebocoran dapat meningkat, terutama jika dak sering mengalami genangan.

Kapasitas Saluran Pembuangan Tidak Memadai

Selain tersumbat, saluran pembuangan juga bisa memiliki kapasitas yang tidak sesuai dengan luas area dak dan intensitas hujan.

Akibatnya, ketika hujan deras, air yang masuk lebih cepat daripada kemampuan saluran untuk membuangnya.

Kondisi ini perlu dievaluasi melalui pemeriksaan luas bidang, jumlah titik pembuangan, ukuran saluran, dan jalur aliran air.

2. Apa Dampak Jika Dak Beton Terus Tergenang Air?

Genangan air yang dibiarkan dalam waktu lama dapat menimbulkan berbagai masalah pada bangunan.

Meningkatkan Risiko Kebocoran

Air yang terus berada di permukaan dak memberikan paparan kelembapan berkepanjangan pada lapisan waterproofing dan bagian sambungan.

Jika terdapat titik lemah, seperti retakan atau sambungan yang tidak rapat, air berpotensi masuk ke dalam konstruksi dan menyebabkan kebocoran pada ruangan di bawahnya.

Waterproofing Lebih Rentan Mengalami Kerusakan

Tidak semua sistem waterproofing memiliki ketahanan yang sama terhadap genangan air permanen.

Beberapa produk dirancang untuk menghadapi paparan hujan dan cuaca, tetapi tidak selalu cocok untuk kondisi air yang menggenang terus-menerus.

Karena itu, pemilihan material harus mempertimbangkan kondisi penggunaan dan rekomendasi teknis produsennya.

Memicu Pertumbuhan Lumut

Permukaan dak yang sering basah dan terkena kotoran dapat menjadi tempat tumbuhnya lumut atau alga.

Selain membuat permukaan terlihat kotor, lumut dapat membuat dak lebih licin sehingga meningkatkan risiko terpeleset saat dilakukan pemeriksaan atau perawatan.

Menyebabkan Kerusakan pada Bagian Dalam Bangunan

Jika air berhasil menembus lapisan pelindung, dampaknya dapat terlihat pada plafon dan dinding di bawah dak.

Beberapa tanda yang mungkin muncul adalah bercak kecokelatan, cat menggelembung, plafon berjamur, hingga material plafon mengalami kerusakan.

3. Bagaimana Cara Mengatasi Dak Beton yang Tergenang Air?

Penanganan dak yang tergenang tidak cukup hanya dengan mengaplikasikan waterproofing. Penyebab genangan perlu diperiksa terlebih dahulu agar perbaikannya tepat sasaran.

Berikut beberapa metode yang dapat dilakukan.

Membersihkan Saluran Pembuangan

Jika penyebabnya adalah saluran tersumbat, bersihkan roof drain dan jalur pembuangan dari daun, lumpur, serta kotoran.

Pastikan air dapat mengalir dengan lancar setelah saluran dibersihkan. Jika saluran terlalu kecil atau jumlahnya kurang, diperlukan evaluasi lebih lanjut.

Memperbaiki Kemiringan Permukaan Dak

Jika genangan terjadi akibat kemiringan yang kurang tepat, permukaan dak dapat diperbaiki menggunakan screed atau material pembentuk kemiringan yang sesuai.

Tujuannya adalah mengarahkan air menuju saluran pembuangan sehingga tidak tertahan pada titik-titik cekungan.

Pekerjaan ini perlu memperhatikan elevasi akhir, ketebalan material, daya dukung struktur, serta posisi drainase.

Memperbaiki Retakan dan Sambungan Dak

Retakan beton dan sambungan merupakan bagian yang perlu diperiksa karena dapat menjadi jalur masuk air.

Metode perbaikannya bergantung pada jenis dan kondisi kerusakan. Retakan struktural perlu dievaluasi oleh tenaga ahli sebelum dilakukan penanganan.

Mengaplikasikan Waterproofing yang Sesuai

Setelah kondisi permukaan diperbaiki dan siap dikerjakan, waterproofing dapat diaplikasikan sesuai spesifikasi produk.

Pemilihan material perlu mempertimbangkan apakah dak hanya terkena hujan atau memang akan mengalami genangan air dalam waktu lama.

Untuk dak yang memiliki genangan, gunakan sistem waterproofing yang secara teknis dinyatakan sesuai untuk kondisi tersebut. Jangan hanya mengandalkan klaim bahwa suatu produk tahan air tanpa memeriksa petunjuk penggunaan dan batas aplikasinya.

4. Apakah Waterproofing Dak Harus Menggunakan Screed?

Pertanyaan ini sering muncul ketika pemilik bangunan ingin memperbaiki dak yang mengalami kebocoran atau genangan air.

Jawabannya, penggunaan screed bergantung pada kondisi permukaan dak dan sistem waterproofing yang digunakan.

Jika permukaan dak sudah memiliki kemiringan yang baik, tidak terdapat cekungan, dan produk waterproofing memang dirancang untuk aplikasi langsung pada beton, screed tambahan belum tentu diperlukan.

Namun, jika permukaan dak terlalu datar, tidak rata, atau memiliki banyak titik genangan, pekerjaan screed dapat diperlukan untuk membentuk kemiringan dan memperbaiki aliran air.

Perlu diperhatikan bahwa screed bukan lapisan waterproofing. Fungsinya terutama untuk membentuk atau meratakan permukaan. Sistem waterproofing tetap harus disesuaikan dengan spesifikasi material dan metode pengerjaan.

5. Apakah Dak Beton yang Sering Tergenang Harus Dibongkar?

Tidak semua dak yang tergenang air harus dibongkar.

Jika struktur beton masih dalam kondisi baik, perbaikan dapat dilakukan dengan membersihkan permukaan, memperbaiki kemiringan, menangani retakan yang sesuai, dan mengaplikasikan sistem waterproofing.

Pembongkaran mungkin diperlukan jika terdapat kerusakan lapisan lama yang parah, screed sudah rapuh, atau kondisi konstruksi membutuhkan perbaikan lebih menyeluruh.

Sebelum menentukan metode pekerjaan, pemeriksaan lapangan sangat penting agar pemilik bangunan tidak mengeluarkan biaya untuk pekerjaan yang sebenarnya tidak diperlukan.

6. Tips Mencegah Genangan Air pada Dak Beton

Agar masalah serupa tidak terus berulang, lakukan beberapa langkah pencegahan berikut:

  1. Pastikan dak memiliki kemiringan menuju saluran pembuangan.
  2. Bersihkan roof drain secara berkala.
  3. Periksa kondisi waterproofing setelah masa pemakaian tertentu.
  4. Hindari membiarkan sampah dan kotoran menumpuk di permukaan dak.
  5. Periksa retakan dan sambungan beton secara berkala.
  6. Gunakan material waterproofing sesuai kondisi dan kebutuhan dak.
  7. Segera tangani genangan yang tidak kunjung surut setelah hujan.

Pemeriksaan berkala dapat membantu menemukan masalah sejak awal sebelum berkembang menjadi kebocoran yang lebih besar.

Jasa Perbaikan Dak Tergenang dan Waterproofing bersama Bocor Beres

Dak beton yang terus tergenang air saat hujan sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama. Selain mengganggu fungsi drainase, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kerusakan lapisan waterproofing dan kebocoran pada bagian dalam bangunan.

Bocor Beres membantu menangani berbagai permasalahan kebocoran, termasuk dak beton yang rembes, waterproofing yang rusak, serta masalah air yang masuk melalui permukaan bangunan.

Penanganan diawali dengan pemeriksaan kondisi dak untuk mengetahui penyebab genangan. Selanjutnya, metode perbaikan ditentukan berdasarkan kebutuhan, mulai dari pembersihan saluran, perbaikan permukaan, pembentukan kemiringan menggunakan screed jika diperlukan, hingga aplikasi waterproofing.

Dengan layanan survei dan konsultasi, Anda dapat mendiskusikan kondisi dak serta mendapatkan rekomendasi pekerjaan yang sesuai.

Dak rumah atau bangunan Anda selalu tergenang setiap kali hujan?

Jangan hanya menunggu air mengering. Hubungi Bocor Beres, spesialis bocor, untuk konsultasi dan survei. Atasi penyebab genangan sejak awal agar dak lebih terlindungi dan risiko kebocoran dapat dikurangi.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *